<![CDATA[Helloims - Parenting]]>Wed, 01 Jul 2020 14:32:59 +0700Weebly<![CDATA[Sebelum Memberi MPASI, Yuk Kenali Beberapa Hal Seputarnya!]]>Tue, 24 Dec 2019 05:38:18 GMThttp://helloims.com/parenting/sebelum-memberi-mpasi-yuk-kenali-beberapa-hal-seputarnya
Picture
Photo by kazuend on Unsplash
Excited!

Yah, itu salah satu yang saya rasakan ketika akan memberikan mpasi(makanan pendamping air susu ibu). Deg degan, bingung, semangat, campur baur rasanya.
Sebelum khansa (anak saya) berumur enam bulan, saya rajin baca-baca artikel tentang mpasi, dari mulai informasi kapan sebaiknya diberikan, peralaan untuk memasaknya, sampai ke menunya. Apa hasilnya? Bingung!

​Karena kebingungan itu, saya ingin mencoba membagikan beberapa hal yang berkaitan dengan mpasi tersebut, siapa tau bermanfaat untuk ibu-ibu yang lagi mempersiapkan mpasi, lagi bingung belanja perlengkapan untuk memasak MPASI di mana, atau galau mending menu tunggal atau menu lengkap yah yang diberikan petama kali untuk si kecil.
Kapan sih sebaiknya MPASI diberikan?
MPASI diberikan saat anak berusia 6 bulan, dimana saat 6 bulan rata-rata anak sudah menunjukan tanda kesiapan untuk makan, diantaranya kepala sudah tegak dan mampu duduk tanpa bantuan atau dengan bantuan.

Boleh tidak kalau mpasi diberikan sebelum usia 6 bulan?

Boleh atau tidaknya sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter spesialis anak. Karena jika anak belum siap untuk menerima mpasi, akan menimbulkan beberapa resiko, salah satunya resiko gangguan pencernaan.

Kalau menunda memberikan mpasi?

Sebaiknya mpasi diberikan saat usia 6 bulan, hal ini karena setelah 6 bulan anak membutuhkan nutrisi lebih, terutama zat besi. Hal itu juga akan menimbulkan beberapa resiko salah satunya dapat mengalami malnutrisi.
Well, kapan waktu yang tepat untuk memberikan mpasi sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter spesialis anak yah.

Perlengkapan apa aja sih yang harus dipersiapkan untuk mpasi?


Perlengkapan pertama
, perlengkapan untuk makan, seperti alat makan biasanya, mangkuk, piring, sendok dan gelas, semuanya khusus untuk bayi.

Perlengkapan kedua
, perlengkapan untuk memasak. Saya pribadi memilih untuk memasak menggunakan alat masak biasa yang dipakai sehari-hari.

Alasannya sih supaya hemat, karena harga slow cooker dan food processor lumayan mahal (maklum ibu-ibu perhitungan, hehe). Selain itu food processor juga tidak di rekomendasikan karena penggunaannya bisa mengurangi nutrisi makanan karena panas yang dihasilkan dari alat tersebut.

Beberapa perlengkapan untuk memasak yang disiapkan: panci, kukusan, saringan kawat, parutan keju, talenan dan ulekan/blender. Saat awal mpasi, saya menggunakan blender untuk menghaluskan, tetapi sebenarnya penggunaan blender juga tidak di rekomendasikan karena sama halnya dengan food processor.

Jadinya, kadang pake blender, kadang pake ulekan. Karena khansa sekarang udah 8 bulan dan udah naik tekstur juga, sekarang bahan makanannya gak perlu di blender lagi, cukup di parut sama parutan keju atau dicincang halus.

Dan karena beberapa hari yang lalu kami sekeluarga besar ada acara di luar kota,  akhirnya mau gak mau beli slow cooker deh. Karena memang kalau travelling keluar kota, paling pas dan gak ribet emang bawa slow cooker.

Pertama kali makan mending kasih menu tunggal seperti buah, sayur, atau langsung menu 4 bintang yah? 


Nah ini juga yang bikin sedikit bingung. Banyak yang merekomendasikan kalau sebaiknya diberikan menu tunggal terlebih dahulu, tujuannya untuk lebih gampang mengetahui si anak mempunyai alergi terhadap makanan tertentu. Namun pemberian menu 4 bintang langsung sebenarnya bagus, karena dengan begitu si anak akan mendapatkan asupan gizi secara lengkap.

Sedikit berbagi pengalaman, saat pertama kali mpasi, saya memberikan menu tunggal sehari satu kali makan dan saat hari ketiga saya memberikan dua kali. Setiap hari berbeda-beda, pertama kali saya memberikan bubur beras putih, besoknya kentang, kemudian pisang, brokoli,pepaya. Dan di hari ketiga khansa tidak buang air besar (bab).

Saya pun panik, karena yang saya tau jika sudah masuk mpasi, normalnya si anak harus bab setiap hari. Saya coba untuk mengurangi porsi makan dan pijat ILU, dan tidak berhasil juga, khansa belum bab selama tiga hari.

Karena tambah panik, saya pun langsung ke dokter spesialis anak. Setelah menyampaikan keluhan, sambil cerita kegalauan seorang ibu baru saat anaknya mulai mpasi, dan dokternya pun bilang "wah, ini salah bu".

Baiklah, bersyukur juga datang ke dokter, karena dengan begitu saya tau apa yang seharusnya saya berikan dan saya lakukan.

Hasil kesimpulan dari konsultasi ke dokter ini diantaranya:
  • Pemberian mpasi menu 4 bintang diawal mpasi disarankan karena dengan begitu anak akan tercukupi gizinya. Menu 4 bintang ini terdiri dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani dan sayur.
  • Pemberian menu tunggal hanya buah atau sayur sebetulnya itu tidak bisa disebut makan berat tetapi hanya makanan selingan saja
  • Sebaiknya menu makanan di padu padan antara yang tinggi serat dan rendah serat, karena pada bayi jika makanannya terlalu tinggi serat, maka akan menyebabkan sembelit.
  • Pemberian makan saat awal mpasi bisa diberikan dua kali makanan utama dan satu kali selingan. Misal, jam 08.00 makanan utama, jam 13.00 selingan seperti buah, jam 17.00 makanan utama.
  • Tekstur makanan harus diperhatikan, untuk awal mpasi teksturnya lumat/halus, jadi 100% disaring. Selanjutnya sedikit-sedikit untuk naik tekstur.
  • Jika anak sembelit, kasih makanan selingan berupa buah yang mengandung banyak air seperti buah naga, melon,pir, jeruk atau semangka.
  • Anak yang sudah mpasi, normalnya bab setiap hari, maka jika tidak bab harus di evaluasi, apa yang salah misalnya seperti makanannya apakah terlalu tinggi serat, kurang asupan cairan atau tekstur makanannya.

Yap, itu beberapa hal hasil saya berkonsultasi ke dokter. Emang udah tepat kalau panik banget, ya langsung ke ahlinya aja gitu, hehe. 

Dan dokternya pun pro RUM (Rational Use of Medicine), jadi pemberian obat-obatan sesuai dengan kebutuhan saja, tidak sedikit-sedikit kasih obat. Karena bagi saya home treatment adalah hal pertama yang terbaik dilakukan.

Sebagai tambahan, ada beberapa hal yang mesti jadi perhatian saat pemberian mpasi, diantaranya:
  • Alergi, ini penting sih. Jadi kalau anak punya alergi terhadap bahan makanan tertentu, kita harus ingat yah.
  • Sembelit/tidak, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, anaka yang sudah mpasi normalnya bab setiap hari. Jadi kalau sembelit, evaluasi bahan makanan, asupan cairan atau tekstur makanannya.
  • Suka/tidak suka, kalau liat anak makan lahap pasti rasanya seneng dong. Nah dengan tau anak suka/ tidaknya sama makanan tertentu, ini bisa jadi hal penting buat kita membuat menu makanan yang bervariasi.


Baiklah, semoga dengan tulisan ini bisa membantu mengatasi kegalauan, kebingungan atau rasa deg-degan para orang tua baru seperti saya yang anaknya mau mpasi, hehe. Terima kasih sudah membaca.
]]>