<![CDATA[Helloims - Mom\'s Life]]>Mon, 03 Feb 2020 21:34:35 +0700Weebly<![CDATA[Jualan Online Setelah Resign dari Kantor? Kenapa Tidak!]]>Fri, 24 Jan 2020 20:13:33 GMThttp://helloims.com/moms-life/jualan-online-setelah-resign-dari-kantor-kenapa-tidak
Picture
Photo by William Iven on Unsplash
​Ketika seorang ibu rumah tangga memutuskan untuk resign dari kantor, pastinya ada hal-hal yang dikhawatirkan. Setelah resign apa yang bisa dilakukan selain pekerjaan rumah tangga, apakah nanti akan bosan jika tidak bekerja, apakah ilmu dan passion yang dilmiliki akan sia-sia, dan masih banyak hal-hal lainnya yang menjadi rasa khawatir dan bahkan muncul berlebihan. 
Begitupun dengan saya. Saat saya memutuskan berhenti bekerja, saya langsung berpikir apa yang bisa saya lakukan setelah kewajiban di rumah selesai dikerjakan. Hal apa yang bisa saya lakukan untuk mengupgrade kemampuan saya. Selain itu, hal yang penting juga ialah hal apa yang bisa saya lakukan supaya saya bisa mendapatkan penghasilan walaupun dari rumah. 
Mempunyai pengalaman dalam berjualan online saat kuliah dulu, akhirnya saya pun memutuskan untuk mencoba lagi ketika saya sudah resign dari kantor waktu itu. 
Berawal dari pertemuan dengan teman satu kelas di jurusan biologi saat kuliah dulu, akhirnya saya menemukan apa yang akan saya lakukan. Saya dan teman saya ternyata mempunyai keinginan yang sama. 
​Ingin sibuk dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri kami sendiri dan juga untuk orang lain. Sama-sama aware tentang isu sampah, saat itu kami sama-sama belajar untuk menerapkan less waste dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya lahirlah ide untuk membuat sesuatu terkait isu less waste ini. Apa yang pertama kali kami lakukan? Berjualan. 
Ya, alasan mengapa kami berjualan produk-produk yang berkaitan dengan less waste ini karena kami ingin ikut serta membangun tren gaya hidup minim sampah pada orang-orang terdekat kami. 
Yah, dengan itu kami berharap orang-orang terdekat kami bisa ikut beralih untuk menerapkan less waste dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya jual-beli saja, tapi kami juga mencoba untuk memberikan beberapa informasi. 
Contohnya, kami menjual sedotan stainless, sebelum kami open order, kami membuat sebuah konten singkat, alasan mengapa harus menghentikan penggunaan sedotan plastik dan beralih ke sedotan stainless, menguraikan dampak lingkungan yang ditimbulkan terhadap penggunaan sedotan plastik juga uraian tentang sedotan stainless itu sendiri. 
Intinya, kami bukan hanya jual-beli saja, tapi juga ingin berbagi dan berharap menciptakan sebuah perubahan yang lebih baik. Perubahan seperti apa? Salah satunya ialah orang-orang lebih peduli tentang isu sampah plastik ini dan beralih menggunakan produk-produk yang bersifat less waste.
Cukup lengkap bukan, hal ini membuat saya terus belajar untuk menerapkan gaya hidup minim sampah dan mencoba untuk tidak menggunakan plastik lagi. Selain itu saya juga menjadi terdorong untuk belajar lebih banyak tentang isu lingkungan. Juga mengajak orang-orang terdekat untuk lebih peduli dengan isu ini dan apa yang saya lakukan ini bisa menambah pundi-pundi tabungan saya. 
Dari awal, sejujurnya mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang bukan menjadi yang utama, tapi menjadi bonus. Sungguh nikmat bukan rasanya, sudah mendapatkan ilmu baru, ikut serta membawa perubahan yang lebih baik terhadap lingkungan, mendapatkan teman baru juga dari komunitas-komunitas yang aware tentang isu ini ditambah mendapatkan uang untuk menambah saldo tabungan pula. Saat ini saya dan teman saya terus berusaha mengembangkan usaha dan movement ini. 
Ada hal-hal yang akhirnya dapat saya simpulkan tentang membangun sebuah usaha, apalagi usaha yang dimulai di sosial media. Apa saja?
Tentukan usaha yang paling diminati dan disukai 
Kenapa harus yang disukai oleh kita sendiri? Karena dengan begitu kita akan lebih fokus untuk menjalankannya. Tidak hanya berbicara tentang keuntungan materi saja, dengan menjalankan sesuatu yang kita suka, kita juga bisa memberikan hal lebih kepada pembeli seperti informasi, kita juga lebih teliti dan detail dalam menjalankan usaha. Karena saya sendiri meyakini apabila kita menjalankan sesuatu yang kita suka, kita akan menikmati semua prosesnya. 
Tentukan target pembeli 
Ya, menentukan siapa saja yang menjadi target penjualan produk yang kita tawarkan itu perlu menurut saya. Karena dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk mengetahui produk apa saja yang sedang banyak dicari dan diminati. Kita juga bisa melakukan pendekatan dengan komunikasi di media sosial. 
Pengalaman saya, dengan menentukan target pembeli, saya menjadi lebih mudah untuk membuat bahan promosi. Adapun hal-hal yang saya lakukan ketika itu seperti membuat give away, ikut turut serta meramaikan hari bumi sedunia dengan membuat konten yang informatif, dengan begitu orang-orang yang juga peduli terhadap lingkungan mengklik profile dan melihat produk apa saja yang dijual. 
Perencanaan pengelolaan akun sosial media 
Bagi saya, perencanaan pengelolaan sosial media untuk berjualan itu sangat diperlukan. Mengapa? Karena dengan begitu saya tahu hal apa saya yang harus saya lakukan. 
Seperti kapan waktu yang tepat untuk mengupload produk-produk yang akan dijual, kapan waktu yang tepat untuk mengupload konten yang berisi tentang informasi, juga waktu yang tepat untuk mengupload konten yang ringan seperti kuis atau sekadar pertanyaan-pertanyaan santai yang pada akhirnya akan terciptanya sebuah engagement
Engagement tersebutlah yang menjadi salah satu cara untuk menentukan pemasaran yang seperti apa yang bisa saya lakukan. Media sosial Instagram yang saya pakai, memudahkan saya untuk mengetahui seberapa banyak orang-orang yang tertarik dengan produk-produk yang saya jual. 
Untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui jika engagementnya tinggi atau tidak, saya merubah akun Instagram tersebut dengan akun bisnis. Sehingga saya bisa mendapatkan akses tool analytic berupa Instagram insight. 
Di mana dari sini, saya bisa mengetahui banyak hal yang penting untuk pemasaran. Di antaranya yaitu saya bisa mengetahui jumlah pengguna yang melihat postingan, berapa banyak pengguna Instagram yang berkunjung ke profile, berapa banyak yang menghubungi saya lewat email atau telepon yang informasinya tertera di profile Instagram. 
Selain itu, saya juga bisa mengetahui gender, umur dan lokasi tentang followers. Hal tersebut bisa membantu untuk menentukan pemasaran apa yang bisa dilakukan kedepannya. 
Tentukan pemasaran produk di sosial media 
Jika ditanya pemasaran seperti apa yang bagus untuk diterapkan jika berjualan online, saya pun tidak bisa menjawab. Karena saya sendiri masih belajar dan masih mencoba semua. Mengenalkan produk yang kita jual bisa dengan berbagai macam cara, berikut beberapa hal yang saya coba lakukan:
  1. Membuat foto produk yang menarik, tidak perlu dengan kamera dan peralatan mahal. Dengan menggunakan telepon genggam yang kita miliki pun kita bisa membuat foto yang menarik. Kita hanya perlu berkreativitas supaya produk yang akan kita foto terlihat menarik. Misalnya produk tas difoto dengan menggunakan latar kain putih ditambah ilalang dan kamera analog yang akan membuat kesan antik
  2. Menambahkan caption yang menarik saat mengupload foto, ini juga cukup penting, karena bagi saya dengan caption yang menarik, followers yang membacanya akan akan lebih tertarik dan bisa saja mereka mengklik profile dan melihat produk-produk yang dijual lainnya.
  3. Membuat konten informatif saat ada momen tertentu, seperti saat lebaran saya membuat konten tentang bagaimana cara untuk menerapkan minim sampah saat melakukan acara open house yang biasanya banyak makanan dan minuman kemasan plastik yang disuguhkan tuan rumah. 
  4. Membuat konten ringan, Selain membuat konten yang informatif, bisa juga membuat konten yang tujuannya untuk seru seruan seperti membuat pertanyaan-pertanyaan ringan yang diupload di Instagram story dan men tag teman-teman supaya turut serta meramaikan. 
  5. Endorse influencer, dengan endorse influencer yang sama-sama aware terhadap isu yang kita bawa juga bisa menjadi salah satu cara memasarkan produk yang kita tawarkan. Influencer yang mempunyai engagement tinggi, bisa membantu memperkenalkan prooduk-produk yang kita jual.
  6. Mengadakan give away, hal ini juga bisa menjadi salah satu cara memasarkan produk loh. Ya, mungkin banyak online shop mengadakan hal serupa, tujuannya yaitu untuk lebih mengenalkan produk-produk yang dijual. 
  7. Promosi di akun media sosial pribadi, jangan malu untuk memakai akun pribadi untuk berjualan. Karena dengan begitu, teman-teman akan tahu dan siapa tau berminat untuk membeli produk yang ditawarkan oleh kita. Pengalaman pertama saya, orang-orang yang pertama membeli produk yang saja jual adalah teman-teman saya yang melihat postingan di akun pribadi saya. 
  8. Menawarkan secara personal ke teman-teman, Ya ini juga saya lakukan. Tidak usah malu atau gengsi, dengan menawarkan kepada teman-teman secara langsung bisa jadi membuka jalan untuk mendapatkan pembeli di lingkararan perteman teman-teman kita. Pengalaman yang dialami saya juga, ketika itu suami saya ikut membantu menawarkan produk kepada teman-temannya. Siapa sangka, teman suami ikut mempromosikan ke temannya yang lain dan akhirnya saya mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak karena hal itu. 
Membuat laporan keuangan sederhana
Mengapa membuat laporan keuangan ini juga penting? Karena dengan adanya laporan keuangan yang kita buat, akan memudahkan kita untuk memisahkan uang untuk disimpan sebagai modal kembali dan uang keuntungan yang bisa kita pakai. 
Dulu saat awal berjualan online saya tidak menganggap jika hal ini penting, sehingga saat itu akhirnya habis semua modal dan keuntungan. 
Bagi saya, hal-hal tersebut dilakukan supaya akan adanya interaksi antara penjual dan pembeli. Ya, walaupun followersnya tidak akan langsung membeli saat kita mengupload produk yang kita jual. Namun setidaknya mereka akan ingat kita saat mereka butuh sesuatu yang kita jual. 
Rajin mengupload dan membuat konten yang menarik juga bisa membuat followers akan selalu mengingat kita atau bahkan mempromosikan ke teman-temannya. 
Walaupun followers akun jualan saya masih sangat sedikit, tetapi saya cukup puas dengan engagementnya yang cukup tinggi, dan produk yang saya tawarkan Alhamdulillah terjual habis, bahkan harus kembali restock dan semoga akan lebih baik lagi untuk kedepannya.


tulisan ini juga dipost di kompasiana
]]>
<![CDATA[Ketika Tradisi "Bridesmaid" Dianggap sebagai Bukti Persahabatan]]>Mon, 13 Jan 2020 17:04:08 GMThttp://helloims.com/moms-life/ketika-tradisi-bridesmaid-dianggap-sebagai-bukti-persahabatan
Picture
Photo by Phương Nguyễn on Unsplash
"Jangan lupa seragam buat gue yah!"
"Harus cari referensi model kebaya nih buat seragam nikahan elo"
"Kapan nih bagi-bagi kainnya? nikahannya kan sebentar lagi"
Tidak jarang kalimat itu terlontar saat teman dekat akan melangsungkan pernikahan.

Seragam? Yap seragam untuk para bridesmaid. kebanyakan dalam acara pernikahan saat ini, bridesmaid dianggap menjadi salah satu hal pokok juga dalam acara pernikahan. Dari jauh-jauh hari, pengantin biasanya membagikan kain untuk seragam yang akan dipakai pada pesta pernikahan nantinya.
Sebenarnya apa sih bridesmaid itu?
Bridesmaid adalah pengiring pengantin wanita yang mempunyai tugas penting dalam acara pernikahan. Bridesmaid bertugas untuk membantu calon pengantin sampai ke hal-hal yang detail. 

Mengurus gaun pengantin, merencanakan susunan acara pada acara pernikahan,memastikan detail untuk acara pernikahan nanti sudah siap, menjadi penerima tamu pada saat acara dan juga sebagai pengiring pengantin menuju pelaminan.

Biasanya bridesmaid adalah orang-orang terdekat dari pengantin, bisa saudara atau teman dekat. Jika pada budaya barat jumlah bridesmaidtidak lebih dari 10 orang, di Indonesia kadang pengiring pengantin ini berjumlah lebih dari 10 orang. 

Namun pada pernikahan generasi millennial saat ini, kebanyakan peran bridesmaid ini sendiri sering salah kaprah. Hal yang terpenting adalah hadir dengan memakai seragam yang kompak dengan satu geng. 

Iya, kadang bridesmaid sekarang hanyalah sebagai tamu undangan yang hadir dan ramai-ramai kompak membagikan momen saat itu di sosial media.

Bagi sebagian orang, kehadiran bridesmaid dianggap sebagai bukti bahwa dia mempunyai pertemanan yang asik dan kompak. Sehingga, kehadirannya menjadi sebuah keharusan pada acara pernikahannya.

"Ahh elo gak asik banget sih gak bisa jadi bridesmaid gue
" "Elo gak kompak banget sih, semua geng kita dateng loh, Cuma elo aja yang gak bisa dateng!"
Yap, kadang kalimat itu menjadi tanggapan dari beberapa teman saat kita tidak bisa hadir di acara pernikahan salah satu teman.

Pernah teman saya tidak bisa hadir ke acara pernikahan salah satu teman baik saya juga karena ada keperluan pekerjaan yang mengharuskan dia keluar kota. Yah, kalimat itulah yang terlontar dari si pengantin dan teman saya yang lain. 

Alhasil, ketika teman saya yang tidak bisa hadir ini menikah, si pengantin tidak mau hadir dengan alasan "balas dendam". Memang kekanakan, tapi itulah yang terjadi. Padahal kekompakan dan bukti pertemanan baik bukan dari bisa tidaknya hadir di acara pernikahan dengan menjadi bridesmaid kan.

Perihal lainnya, jika si pengantin tidak ingin ada bridesmaid di acara pernikahannya, bagaimana?
Lah kok bisa? Bisa saja, saya salah satunya. Sepakat untuk menggelar acara pernikahan dengan sederhana dan dengan biaya yang seadanya, saya memilih untuk  tidak membawa tradisi bridesmaid di acara pernikahan saya. 

Selain karena urusan untuk acara pernikahan bisa di kerjaan oleh keluarga inti dibantu oleh vendor, anggaran untuk seragam bridesmaid yang cukup besar menjadi alasan kenapa di acara pernikahan saya tidak menghadirkan bridesmaid.

Namun, beruntungnya saya mempunyai teman-teman yang pengertian dan kompak. Mereka hadir dengan seragam berwarna senada dan hadir dari awal hingga selesainya acara. Rasanya suasana ketka itu tambah ceria dengan hadirnya mereka.
Yap, anggaran yang cukup besar dikeluarkan pengantin jika dia harus mempersiapkan kain untuk seragam para bridesmaid

Kenapa besar? Ya karena harus mempersiapkan kain seragam bridesmaid untuk geng Sd, SMP, SMA, kuliah, teman kerja, teman main atau teman komunitas, cukup menguras dana pernikahan bukan. 
Kenapa tidak yang benar-benar dekat saja? Yah, sebenarnya benar pendapat itu, namun kadang si pengantin tidak mau "diomongin".
"kok aku gak dikasih seragam sih" "kok aku gak diminta jadi bridesmaid sih" "gue gak dianggap  temen nih sama dia" "pilih-pilih yah dia"

Mungkin itu beberapa "omongan" jika si pengantin dirasa tidak adil. Alhasil si pengantin mau tidak mau harus mempunyai anggaran membeli kain untuk bridesmaid yang cukup besar dan itu cukup memberatkan. Namun, memang ada juga yang merasa itu tidak memberatkannya, malah senang bisa menyediakannya.

Tidak hanya memberatkan si pengantin, namun juga kadang memberatkan teman-teman dari pengantin tersebut. Kenapa?

Ya, mungkin ada beberapa dari anggota geng yang merasa cukup berat saat menerima kain untuk seragam bridesmaid. Bukan tidak senang, namun berarti dia harus merogoh koceknya untuk biaya menjahit seragam tersebut.

Anggap saja menjahit baju minimal Rp 150.000 ditambah membeli kain tambahan untuk mempercantik baju minimal Rp 50.000, jadi perlu minimal Rp 200.000 untuk menjahit kain tersebut. Belum lagi harus mengeluarkan uang untuk kado dan amplop minimal Rp 200.000 untuk keduanya. Jadi, perlu minimal Rp 400.000 untuk satu acara pernikahan teman satu geng. 
Cukup besar juga kan dana yang harus dikeluarkan. Padahal bisa saja dana untuk menjahit seragam dialihkan untuk membeli kado ang lebih bagus atau untuk memberikan amplop lebih bagi pengantin.

Penasaran dengan tanggapan teman-teman yang lain tetang bridesmaid ini, akhirnya saya coba buat buka pertanyaan di sosial media. Dan dari beberapa response, dari 17 orang, 13 orang bilang kalau ngga perlu ada bridesmaid di acara pernikahan, apalagi jika itu memberatkan si pengantin. 3 orang lainnya bilang jika semua keputusan diserahan kembali ke si pengantin, perlu atau tidaknya. Dan 1 orang punya tanggapan lain, bridesmaid itu perlu, tapi untuk support system di acara nanti , bukan hanya jadi tamu yang berseragam saja.

Yap, pada akhirnya ada atau tidaknya bridesmaid dalam acara pernikahan, diserahkan kepada si pengantin itu sendiri. Baik pengantin dan teman-temannya harus saling pengertian terhadap keputusan yang diambil oleh pengantin. 

Baiknya, pengantin dan teman-temannya saling mengetahui kondisi satu sama lain. Yah, karena tradisi bridesmaid ini tidak bisa dijadikan pembuktian pertemanan atau persahabatan.




*tulisan ini juga dimuat di kompasiana
]]>
<![CDATA["Kim Ji Young: Born 1982" Diantara Pilihan Menjadi Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja, Terkurung Rutinitas hingga Depresi]]>Tue, 07 Jan 2020 18:03:33 GMThttp://helloims.com/moms-life/kim-ji-young-born-1982-diantara-pilihan-menjadi-ibu-rumah-tangga-atau-ibu-bekerja-terkurung-rutinitas-hingga-depresi
Picture
Dok. Lotte Entertainment via koreanfilm.or.kr
Ada yang sudah nonton film “Kim Ji Young: Born 1982”?
Apa pendapatmu setelah menontonnya?
Jujur, bagi saya pribadi film ini sangat berkesan. Kenapa?
Karena cerita dalam film ini terasa nyata dan sangat dekat dengan saya pribadi. Mungkin bagi kamu dan perempuan-perempuan lain cerita ini juga sangat dekat dengan kehidupan.
Film ini sendiri diangkat dari novel yang berjudul sama, “Kim Ji Young: Born 1982” karya Cho Nam-Joo yang diterbitkan pada 2006. Cerita utamanya yaitu kisah dari Kim Ji Young yang mengalami depresi karena perubahan di dalam hidupnya setelah dia menjadi seorang ibu rumah tangga dan seorang ibu. Diskriminasi gender, ketimpangan tuntutan antara perempuan dan laki-laki terlihat dari alur cerita film ini.

Sejujurnya, awalnya saya tidak tertarik dengan film ini. Mengapa?
Karena saya takut terbawa mellow saat dan setelah menonton film ini. Ya, melihat dan membaca review film ini saya rasa ada beberapa cerita yang sama dengan apa yang saya alami. Namun, karena sangat penasaran, akhirnya saya memberanikan diri menonton film ini. Dan yaaa benar apa yang saya takutkan, dari awal sampai akhir film saya nangis sesegukan.
Berada diantara Dua Pilihan, Keluarga atau Karier
Setelah menikah dan mempunyai anak, Kim ji Young dihadapkan diantara dua pilihan, keluarga atau karier. Walaupun suaminya akhirnya mendukung jika dia kembali lagi bekerja, namun tekanan disekitaranya membuat dia membatalkan keinginannya untuk bekerja kembali.
Ya, sebenarnya cukup banyak perempuan yang menjalani keduanya dengan seimbang, tapi cukup banyak pula yang harus memilih satu diantaranya. Saya sendiri tidak dapat menjalani keduanya.Menjadi ibu rumah tangga akhirnya menjadi keputusan yang saya ambil.

Nyesel gak?
Sejujurnya saya tidak pernah menyesal menjadi seorang full time mom, karena saya sangat bersyukur bisa setiap hari, setiap waktu selalu bersama anak. Menjadi orang yang pertama tau perkembangan anak, selalu menjadi orang pertama yang dicari saat dia bangun tidur, kalau hilang dari pandangan khansa, saya pasti dicarinya sampe ketemu, rasanya sangat bahagia.
 
Terkurung dalam Rutinitas
Sebelum menikah kim ji young merupakan wanita karier yang selalu bersemangat. Tapi nampaknya dia mengalami kesulitan saat rutinitasnya berubah 180 derajat, saat dia memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan karier dan impiannya.
Ya, setiap perempuan yang sebelumnya adalah seorang pekerja dan memilih pilihan menjadi ibu rumah tangga pasti sudah tau jika rutinitasnya akan sangat berubah dan berbeda dari sebelumnya. begitupun dengan saya.

Sebelum menikah saya bekerja di salah satu media online. Setelah menikah pun saya masih bekerja, namun akhirnya memilih resign karena alasan pribadi yang mengharuskan untuk rehat. Sesungguhnya, setelah rehat saya berencana untuk bekerja kembali. Tidak disangka saya mendapatkan rezeki, hamil anak pertama. Karena beberapa pertimbangan saya pun memilih untuk mengurungkan keinginan untuk kembali bekerja, salah satunya kondisi kesehatan.

Suka kangen kerja gak? Sempet kepikiran buat kerja lagi?
Kangen rutinitas waktu kerja dulu? BANGET!
Kangen deadline, meeting, ketemu orang-orang baru, komunitas baru, kangen lari-larian takut ditinggalin transjakarta, semua deh.
Sempet kepikiran juga buat kerja lagi nanti, tapi belum terbayang nanti bagaimana atau bisa ngga nya. Bukan masalah izin dari suami, tapi lebih ke diri sendiri bisa atau ngga yang biasanya 24 jam sama anak, jadi cuma beberapa jam aja.
Uangnya udah banyak yah jadi gak kerja lagi?
AAMIIN (dengan sekencang-kencangnya)
Aamiin banget punya uang banyak di tabungan. Tapi bukan itu, bukan masalah uang.
 
Rasa Hampa dan Kosong, hingga Depresi
Banyak scene yang paling ngena buat saya. Salah satunya scene dimana kim ji young berada di teras sambil menatap kosong, juga scene saat dia berada di taman sambil duduk dan mendorong stroller. Tatapannya kosong, seperti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Sampai akhirnya dia merasakan kelelahan dalam dirinya dan menjadi masalah yang cukup serius, depresi. Walaupun awalnya dia tidak menyadari.

Ibu rumah tangga lebih rentan mengalami depresi? Benarkah?
Dikutip dari artikel halodoc.com, Menurut Melinda Paige, Ph.D., profesor konseling kesehatan mental klinis di Argosy University, Atlanta, mengatakan perasaan terisolasi, kehilangan tujuan dan identitas, serta kurangnya interaksi sosial karena terlalu banyak menghabiskan waktu di rumah adalah pemicu depresi pada ibu rumah tangga.

Merasa hampa dan merasa kehilangan sesuatu dalam diri pernah saya rasakan dipertengahan tahun lalu. Ketika anak tidur, saya melihat keluar jendela sambil sesekali menghela nafas panjang, tidak ada yang saya pikirkan, hanya melihat sekeliling yang tampak sepi. Ya hampir setiap hari waktu itu saya melakukan hal tersebut setiap hari, hingga akhirnya saya menyadari jika ada yang salah. Ditambah emosi saya yang naik turun. Saat itu saya sering menangis karena ingat dengan kejadian masa kecil yang kurang menyenangkan, kemudian saya takut berdampak ke pengasuhan anak saya. Entah karena apa inner child itu muncul kembali dan akhirnya berdampak kembali pada diri saya. Merasa ini adalah hal yang salah, akhirnya sayapun menceritakan semua kepada suami, hingga akhirnya sedikit demi sedikit saya merasa baik kembali.

Karena hal apa akhirnya saya bisa kembali merasa lebih baik? Pertama pastinya setelah saya menceritakan hal yang saya rasakan kepada suami, dengan dukungannya saya akhirnya bisa merasa lebih baik. Kedua, jika saya merasa jika emosi sudah mulai tidak terkontrol, saya langsung pergi mengajak khansa keluar rumah, walaupun cuma ke mini market depan gang rumah, hal itu membantu saya untuk membuang pikiran-pikiran dan emosi negatif. Ketiga, dimana di suatu hari saya menyadari jika saya harus melakukan sesuatu yang saya suka. Diluar tanggung jawab saya sebagai istri dan seorang ibu.

Ya, mempunyai kegiatan produktif merupakan hal penting juga sekarang bagi saya. Karena dengan itu, saya bisa menyalurkan energi saya ke hal-hal yang tentunya positif.
Saya bersyukur dan berterima kasih kepada beberapa teman, yang juga senior saya, yang mengajak saya untuk aktif di sosial media. Bukan hanya sekedar aktif, tapi membantu beberapa campaign yang menuntut saya membuat konten yang kreatif. Hal itu membantu saya menyalurkan energi dan membuat saya menjadi produktif. Juga teman saya yang mengajak untuk mengasah bakat marketing dan campaign less waste dengan berjualan produk-produk yang mendukung gerakan zero waste. Dan saya sangat berterima kasih kepada diri saya sendiri, yang akhirnya menemukan cara untul self healing dengan menulis. Ya, saya menulis ini merupakan salah satu cara untuk self healing.
 
Untuk Kamu, yang Juga Ibu Rumah Tangga
Saya yakin, ketika kamu memilih untuk menjadiibu rumah tangga, kamu sudah mempertimbangkannya dengan matang. Jadi, jalani dengan bahagia, jangan sampai kamu mendapatkan tekanan atau bahkan bullyan dari siapapun. Komunikasikan apapunyang kamu rasakan kepada suami. Dan tidak ada salahnya jika kamu mempunyai kegiatan produktif untuk diri kamu sendiri, karena kegiatan produktif bisa membantu kamu untuk tidak merasa terkurung dalam rutinitas sehari-hari.
 
Untuk Semua Ibu
Apapaun pilihan kamu, menjadi seorang ibu rumah tangga atau menjadi ibu pekerja, kamu hebat. Yuk saling mendukung dan tidak mencari pembenaran satu sama lain.
 
]]>
<![CDATA[Hal Penting Sebelum Memilih Dokter Anak]]>Sun, 22 Dec 2019 14:04:49 GMThttp://helloims.com/moms-life/hal-penting-sebelum-memilih-dokter-anak
Picture
Photo by Online Marketing on Unsplash
Sebagai orang tua, pasti akan merasa khawatir jika anak sakit. Segalanya dilakukan, dari mulai home treatment sampai berkonsultasi ke dokter spesialis anak. Sebagian besar dari new mom, menentukan dokter spesialis anak tidaklah mudah, sama halnya seperti saya. Dari pertama kali berkonsultasi ke dokter, saya beberapa kali ganti hingga bertemu dengan dokter spesialis anak yang cocok dengan saya.

​Kenapa harus benar-benar cocok?

Karena menurut saya, bertemu dengan dokter yang cocok itu akan membuat saya merasa nyaman saat berkonsultasi. Selain itu akan meminimalisir rasa khawatir jika si anak sakit setelah saya berkonsultasi ke dokter. Sehingga jika anak sakit, saya jadi anti panik.

Mungkin beberapa dari moms harus beberapa kali dulu berkonsultasi ke dokter yang berbeda-beda untuk bertemu dengan dokter yang benar-benar cocok. Namun tidak menutup kemungkinan juga bertemu langsung dengan dokter yang langsung "klik" di hati.

Sebelum bertemu dengan doktek yang akhirnya "klik" di hati, saya rajin bertanya ke kakak dan  teman-teman yang sudah mempunyai anak dan bahkan saya share pertanyaan juga di media social, hehe. Selain bertanya tentang dokter, bisa sambil bertanya tentang harga konsultasinya. Harap maklum, sebagai new moms, sesuatu yang berhubungan dengan keuangan selalu menjadi perhatian juga, hehehe.

Untuk para moms to be yang berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan di rumah sakit atau yang akan melahirkan di rumah sakit, jangan lupa bertanya ke dokter atau suster, siapa dokter spesialis anak favorite di rumah sakit tersebut untuk mendapatkan rekomendasi.
Setelah bertemu dengan beberapa dokter, ada beberapa pertimbangan hingga sampai saya bertemu dengan yang cocok. Pertimbangannya apa aja sih?

1. Pro ASI (Air Susu Ibu)
Kenapa sih harus pro ASI? Karena bagi saya pribadi, ASI adalah yang terbaik untuk diberikan dan bertekad memberikannya sampai anak berusia dua tahun. Kenapa yang terbaik? Karena kandungan dalam ASI merupakan kebutuhan gizi  utama untuk bayi. Karena itu, saya ingin bertemu dengan dokter yang mengerti dan memahami pilihan saya tentang hal ini.

2. Pro RUM (Ratioal Use of Medicine)
Yap, saya cukup keras kepala soal hal ini dan juga mohon dibedakan yah moms, saya bukan anti obat. Namun, sebagai tanggung jawab kepada diri sendiri untuk menggunakan obat-obatan sesuai dengan kondisi, disaat yang tepat dan penggunaanny secara benar.

Dokter yang juga sama sama pro RUM akan memberikan obat sesuai dengan kebutuhan pasien, dan juga biasanya akan menyarankan untuk home treatment terlebih dahulu.

Kalau bisa home treatment kenapa harus ke dokter?

Kadang ditanya hal ini, kenapa harus ke dokter kalau akhirnya pilih home treatment. Kenapa harus ke dokter, karena dokterlah yang bisa memberikan diagosa menenai penyakit. Dengan begitu, jika akan melakukan home treatment, kita bisa mengetahui treatment apa yang tepat.

Saat ini, banyak new moms yang rajin browsing saat si anak sakit, tujuannya supaya lebih cepat untuk mendapatkan informasi mengenai treatment apa untuk menangani sakit si kecil, namun harus diingat, kondisi anak dan iisi artikel tidak selalu sama. Sehingga sebaiknya memang langsung berkonsultasi ke dokter.

3. Komunikatif
Pernah beberapa kali saya bertemu dengan dokter yang tidak klik karena kurang klik dalam komunikasi. Kenapa? Karena pada saat berkonsultasi, dokter tidak memberikan jawaban yang kurang memuaskan ketika saya bertanya. Bisa dibilang, kurang informatif, sehingga waktu berkonsultasipun hanya sebentar. Sehingga saat keluar dari ruangan, saya merasa tidak puas dan masih punya banyak pertanyaan.

Oleh karena itu, dokter yang komunikatif, mau memberikan waktu lebih untuk kita, juga mau denan sabar menjelaskan semua perihal sakit si kecil dan informasi lainnya dan juga merespon dengan baik semua pertanyaan adalah hal yang paling penting dalam memilih dokter spesialis anak.  

4. Mudah Dihubungi
Saat si kecil sakit, pastinya khawatir dan panik kan mom? sebagai new mom, saya kadang langsung panik yang berlebihan jika si kecil sakit. Salah satu cara untuk menghilangkan rasa panik itu adalah bertanya ke dokter. Yap, dengan menghubungi dokter saat keadaan genting,rasa panik itu bisa diatasi. Oleh karena itu, bertemu dengan dokter yang mudah dihubungi merupakan hal yang penting bagi saya.

Untuk moms yang akan berkonsultasi ke dokter spesialis anak, jangan lupa meminta kartu nama dokternya yah.

​Bagi saya, empat hal di atas merupakan hal yang penting dalam memilih dokter spesialis anak. Karena dokterlah yang menjadi tempat saya bertanya dan menenangkan new mom seperti saya yang sering panik supaya bisa menjadi anti panik. Saya yakin para moms juga punya alasan tersendiri dalam memilih dokter spesialis anak. Yuk share juga moms :) 
]]>